Selasa, 07 Desember 2021

Udah 24 tahun mau ngapain?

    Notifikasi facebook memberi tau bahwa bulan ini adalah hari ulang tahun saya. Namun, tidak hanya facebook yang memberi ucapan untuk saya ada juga dari teman-teman terdekat yang seperti sudah kewajiban bahwa mereka pasti ingat tanggal ulang tahun saya. Begitu juga dengan keluarga dan kerabat terdekat. Seakan-akan tanggal tersebut merupakan tanggal sakral dan spesial untuk seorang manusia biasa ini yang sebenernya semua orang juga mengalaminya. Sampai akhirnya saya tersadar bahwa hal ini sudah terulang seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua ucapan dan doa datang silih berganti menghiasi notifikasi sosial media dari ponsel. Kalau dipikirkan kembali dari semua doa dan ucapan yang kebanyakan memberikan harapan supaya bisa hidup sejahtera dan sentosa. Sebenarnya ya sama-sama aja seperti kehidupan sebelumnya. Dibilang sejahtera, bisa, karena nggak sengsara-sengsara banget tapi dibilang sejahtera dan sentosa tanpa ada kekurangan juga nggak, karena namanya hidup masih ada juga tangisan serta kesedihan yang menghiasi hari-hari. 

    Maka, dalam hal ucapan dan doa pasti selalu memberikan hal yang sama setiap tahunnya. Yaitu harapan-harapan dan doa yang baik lalu juga harus saya balas yang baik-baik karena mereka sudah meluangkan waktu untuk peduli dengan saya. Hal yang berbeda dari berkurangnya sekaligus bertambahnya umur saya yang ke- 24 ini adalah kegelisahan dan dilema yang hanya dialami saat umur dua puluh empat tahun ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sudah bisa memprediksi akan seperti apa nantinya hidup. Namun, kali ini saya tidak bisa memprediksi seperti sebelum-sebelumnya. Jadi kalau anda ditanya:

 "udah 24 tahun mau ngapain?" 

Kira-kira jawaban kalian apa?

    Disaat sudah melewati banyak momen-momen penting yang sesuai standard sosial masyarakat. Seperti menamatkan sekolah dari SD sampai SMA. Bahkan sudah menyelesaikan studi sarjana dan menyandang gelar sarjana dari masing-masing jurusan. Atau bahkan teman-teman seumuran yang lain sudah mulai sukses meniti karir dan bahkan sudah ada yang berkeluarga. Tapi kalian yang masih harus untuk berhenti sejenak sedang merasa bingung dengan hidup sendiri. Antara sudah mengerti sedikit mengenai kenyataan hidup berdasarkan pengelaman sebelumnya namun belum sepenuhnya khatam untuk benar-benar memahami kehidupan ini. 

    Namun, saya akhirnya tersadar yaitu lebih daripada 'seperti' akan adanya tuntutan untuk seseorang melakukan sesuatu yang dianggap template tanda kesuksesan seseorang dalam hidup ketika sudah memasuki usia ke dua puluh empat tahun. Kayaknya lebih mending untuk menanyakan ke diri sendiri sudahkan saya bahagia? sudahkan saya menyayangi diri sendiri sepenuhnya? sudah mampukah saya untuk mandiri dalam memberikan kasih sayang ke diri sendiri tanpa harus orang lain yang memberinya?. Sebelum diri ini ditugaskan untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih besar nantinya di depan sana. Ya, walaupun belum tau seperti apa nantinya hidup ini akan membawa. Bisa jadi menuju ke sebuah kebahagiaan yang tidak pernah dikira sebelumnya atau kejutan-kejutan kecil lainnya yang masih bisa kita hadapi. Yang jelas, untuk saat ini yang diri ini bisa lakukan dan tau apa yang harus dilakukan adalah dengan percaya ke diri sendiri bahwa diri ini akan baik-baik saja untuk hari ini dan esok. Masih ada kuasa dari Yang Maha Kuasa yang menentukan takdir ini akan membawa. Semoga akan membawa ke tempat dan peristiwa bahagia seperti yang selalu ada dalam setiap doa dan harapan. 

Jadi, kalo ditanya sekali lagi "udah 24 tahun mau ngapain?" bakal jawab apa ya?

"THE WHOLE TRUTH" (2021) : Thailand Horror Movie Review

  Hai!!! Ada yang udah nonton film horor terbaru dari Thailand yang satu ini belum?

    Film ini baru banget keluar sekitar awal bulan Desember 2021 di Netflix. Dengan menyuguhkan cerita mengenai misteri sebuah lubang di dinding rumah nenek dan kakek dari dua orang kakak beradik asal Thailand. Film ini membuat penonton terus penasaran mengenai semua cerita dibalik misteri lubang tersebut. Oke, sebelum menceritakan lebih lanjut mengenai gambaran singkat tentang alur cerita dari film The Whole Truth. Kalian harus menyingkirkan pemikiran bahwa film ini akan membuat kalian bosan dengan alur cerita yang mudah ditebak. Karena film ini berbeda dengan cerita-cerita film horor biasanya yang menceritakan mengenai rumah tua kosong di daerah pinggiran kota yang misterius dan menyeramkan. Atau cerita mengenai hantu di rumah sakit yang bergentayangan. 

    Film The Whole Truth yang berlatar belakang negara Thailand ini lebih ingin menceritakan mengenai adanya rahasia dibalik sebuah keluarga yang terlihat sudah sangat harmonis dan bahagia melalui sebuah misteri yang ada dibalik lubang kecil di dinding ruang tengah. Berawal dari kecelakaan yang dialami oleh Ibu dari kakak beradik SMA dan SMP, membuat mereka harus tinggal bersama kakek neneknya di rumah kakek dan neneknya tersebut. Hal itu dikarenakan Ibu mereka masih mengalami koma dan harus dirawat di rumah sakit. Saat awal kepindahan mereka di rumah kakek dan nenek mereka, sang adik laki-laki yang masih merupakan siswa SMP melihat ada yang aneh dengan dinding di ruang tengah rumah kakek dan nenek mereka. Ia melihat lubang tersebut misterius sampai akhirnya Ia menghampiri lubang tersebut untuk mengintip ada apa dibalik lubang tersebut. Namun, ketika Ia mencoba medekatkan matanya ke lubang tersebut Ia malah mendapat teguran dari kakek dan neneknya karena menurut mereka tidak ada lubang sama sekali di dinding tersebut. Kakeknya pun juga mengatakan bahwa Ia aneh dan gila. Anehnya, sang kakak pun sebenarnya juga bisa melihat lubang tersebut. Akhirnya, kakak dan beradik ini memilih untuk diam saja supaya tidak menganggu kakek dan nenek mereka. Seiring dengan lamanya mereka tinggal di sana, mereka makin ditunjukkan dengan adanya penampakan aneh dan misterius dari lubang tersebut karena mereka suka iseng untuk mengintip kembali. Dari mulai penampakan sosok anak kecil yang aneh, adanya bayi, lalu adanya sosok seorang ayah yang pemabuk, dan sampai akhirnya adanya sosok kakek dan nenek serta ibu mereka dibalik lubang dinding tersebut. Situasi rumahnya pun juga semakin aneh karena kucing sang adik laki-laki hilang dan ditemukan mati lalu adik laki-lakinya pun jadi sering sakit panas dan mimisan. Bahkan sosok nenek mereka juga terlihat aneh. Selanjutnya kakak dan beradik ini berusaha untuk terus sama-sama bertahan dan mencoba untuk membongkar misteri tersebut walaupun mereka harus menerima kenyataan pahit nantinya. Jadi, bagaimana dengan kelanjutan akhirnya? apakah ibu mereka akhirnya sembuh dan sadar? Untuk lebih lanjutnya boleh banget ditonton karena masih baru banget ada di Netflix sekarang. Karena kalau diceritain kebanyakan nanti takutnya jadi spoiler hehehe.

    Nah, menurut saya film ini sempat membuat saya berpikir bahwa alur cerita film ini akan sama seperti film The Visit (2015) yang sama-sama menceritakan mengenai dua orang cucu yang sedang menginap untuk sementara di rumah kakek dan nenek mereka yang ternyata kakek dan nenek tersebut bukanlah kakek dan nenek yang mereka kira selama ini. Tapi, ternyata film The Whole Truth ini berbeda dengan alur cerita film The Visit (2015) tersebut. Alasan itulah yang membuat saya berpikir bahwa film ini menarik karena bisa memberikan plot twist diakhir cerita dan membuktikan bahwa dugaan atau tebakan saya salah selama menonton film ini. Lalu, untuk hal akting dari para aktor dan aktris, menurut saya mereka sudah baik karena bisa tampil membawakan cerita yang tidak begitu menganggu. Buat yang ingin menonton film horor baru dari Asia Tenggara dengan gambaran hantu-hantu yang lumayan mirip dengan Indonesia, boleh banget dicoba untuk film The Whole Truth ini pas lagi ada waktu senggang atau bisa juga ajak temen-temen untuk nobar hehhe. So, Selamat menemukan kebenaran dari cerita misterius dibalik sebuah lubang kecil dalam film The Whole Truth!

Udah 24 tahun mau ngapain?

     Notifikasi facebook memberi tau bahwa bulan ini adalah hari ulang tahun saya. Namun, tidak hanya facebook yang memberi ucapan untuk say...