Notifikasi facebook memberi tau bahwa bulan ini adalah hari ulang tahun saya. Namun, tidak hanya facebook yang memberi ucapan untuk saya ada juga dari teman-teman terdekat yang seperti sudah kewajiban bahwa mereka pasti ingat tanggal ulang tahun saya. Begitu juga dengan keluarga dan kerabat terdekat. Seakan-akan tanggal tersebut merupakan tanggal sakral dan spesial untuk seorang manusia biasa ini yang sebenernya semua orang juga mengalaminya. Sampai akhirnya saya tersadar bahwa hal ini sudah terulang seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua ucapan dan doa datang silih berganti menghiasi notifikasi sosial media dari ponsel. Kalau dipikirkan kembali dari semua doa dan ucapan yang kebanyakan memberikan harapan supaya bisa hidup sejahtera dan sentosa. Sebenarnya ya sama-sama aja seperti kehidupan sebelumnya. Dibilang sejahtera, bisa, karena nggak sengsara-sengsara banget tapi dibilang sejahtera dan sentosa tanpa ada kekurangan juga nggak, karena namanya hidup masih ada juga tangisan serta kesedihan yang menghiasi hari-hari.
Maka, dalam hal ucapan dan doa pasti selalu memberikan hal yang sama setiap tahunnya. Yaitu harapan-harapan dan doa yang baik lalu juga harus saya balas yang baik-baik karena mereka sudah meluangkan waktu untuk peduli dengan saya. Hal yang berbeda dari berkurangnya sekaligus bertambahnya umur saya yang ke- 24 ini adalah kegelisahan dan dilema yang hanya dialami saat umur dua puluh empat tahun ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sudah bisa memprediksi akan seperti apa nantinya hidup. Namun, kali ini saya tidak bisa memprediksi seperti sebelum-sebelumnya. Jadi kalau anda ditanya:
"udah 24 tahun mau ngapain?"
Kira-kira jawaban kalian apa?
Disaat sudah melewati banyak momen-momen penting yang sesuai standard sosial masyarakat. Seperti menamatkan sekolah dari SD sampai SMA. Bahkan sudah menyelesaikan studi sarjana dan menyandang gelar sarjana dari masing-masing jurusan. Atau bahkan teman-teman seumuran yang lain sudah mulai sukses meniti karir dan bahkan sudah ada yang berkeluarga. Tapi kalian yang masih harus untuk berhenti sejenak sedang merasa bingung dengan hidup sendiri. Antara sudah mengerti sedikit mengenai kenyataan hidup berdasarkan pengelaman sebelumnya namun belum sepenuhnya khatam untuk benar-benar memahami kehidupan ini.
Namun, saya akhirnya tersadar yaitu lebih daripada 'seperti' akan adanya tuntutan untuk seseorang melakukan sesuatu yang dianggap template tanda kesuksesan seseorang dalam hidup ketika sudah memasuki usia ke dua puluh empat tahun. Kayaknya lebih mending untuk menanyakan ke diri sendiri sudahkan saya bahagia? sudahkan saya menyayangi diri sendiri sepenuhnya? sudah mampukah saya untuk mandiri dalam memberikan kasih sayang ke diri sendiri tanpa harus orang lain yang memberinya?. Sebelum diri ini ditugaskan untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih besar nantinya di depan sana. Ya, walaupun belum tau seperti apa nantinya hidup ini akan membawa. Bisa jadi menuju ke sebuah kebahagiaan yang tidak pernah dikira sebelumnya atau kejutan-kejutan kecil lainnya yang masih bisa kita hadapi. Yang jelas, untuk saat ini yang diri ini bisa lakukan dan tau apa yang harus dilakukan adalah dengan percaya ke diri sendiri bahwa diri ini akan baik-baik saja untuk hari ini dan esok. Masih ada kuasa dari Yang Maha Kuasa yang menentukan takdir ini akan membawa. Semoga akan membawa ke tempat dan peristiwa bahagia seperti yang selalu ada dalam setiap doa dan harapan.
Jadi, kalo ditanya sekali lagi "udah 24 tahun mau ngapain?" bakal jawab apa ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar