Selasa, 15 Januari 2019

Pertemuan dengan Alana

Halo,
Saya Hans yang baru saja mengantar kopi pertama yang sudah Saya buat untuk pelanggan yang pertama di kedai kopi ini. Pelanggan pertama ini sepertinya seorang laki-laki yang sedang sibuk mengurusi urusan pekerjaannya. Sampai tidak sadar bahwa Saya telah meletakkan secangkir kopi Americano panas dengan gula yang terpisah. Hanya anggukan sopan sebagai tanda terima kasih darinya.

Pagi ini Saya lanjutkan dengan membaca beberapa pesan singkat di ponsel. Ternyata tidak ada pesan penting hanya beberapa pesan balasan dari pesan sebelumnya. Maka Saya alihkan fokus Saya untuk mengurus roti-roti  yang belum ditata rapih didalam etalase kue. Semua roti ini memiliki rasa manis serta sangat lembut untuk dimakan. Bagi Saya roti-roti ini bisa menjadi comfort food ketika Saya dilanda mood yang tidak enak. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang telah Saya lakukan sejak Saya kecil ketika mama masih menjadi pembuat roti manis di sebuah pabrik roti dekat rumah.

Bunyi mesin kasir terdengar diiringi dengan suara ramah milik Reno yang sedang menjaga kasir saat ini. Rupanya sudah terdapat beberapa pelanggan yang berdatangan. Mulai dari karyawan muda yang bekerja di perkantoran dekat cafè ini. Hingga beberapa orang yang hanya iseng mampir untuk sarapan pagi.

Matahari pukul delapan pagi ini begitu cerah. Sinarnya yang cukup hangat terasa dari kaca transparan cafè ini dan kebetulan terasa betul oleh Saya yang sedang berdiri dekat kaca. Lalu Reno menyuruh Saya untuk memanaskan salah satu cinnamon rolls. Segera Saya lakukan hal tersebut. Setelah selesai Saya letakkan diatas piring putih tudak lupa dengan garpu dan pisau roti. Seorang perempuan dengan hijab merah muda yang sedari tadi menunggu roti ini terlihat siap untuk menerima cinnamon rolls yang telah Saya siapkan. Sambil tersenyum Saya serahkan piring beserta rotinya ke perempuan tersebut. Terucap kata terima kasih dari mulutnya.

Suasana cafè sudah terlihat sibuk dan ramai. Sudah beberapa jam semenjak pagi tadi saya sibuk melayani pelanggan. Sekarang sudah memasuki waktu senja. Begitu indah pemandangan senja ini. Hangat sinar mentari sore ditambah angin sore yang sepoi-sepoi . Serta ruas jalan raya yang sudah ramai dipenuhi kendaraan beroda empat dan dua. Rasa syukur terucap didalam hati ini.

Lalu Saya teringat untuk mencuci beberapa cangkir di pantry. Cangkir-cangkir berwarna putih dengan logo cafè bertuliskan Summer Brezee Cafè sedang Saya beri sabun yang setelah itu Saya bilas dengan air mengalir. Setelah cangkir-cangkir tersebut selesai dicuci. Saya lanjutkan dengan mencuci piring-piring bekas roti. Akhirnya semua selesai.

Disaat senja seperti ini terdapat waktu istirahat untuk Saya. Maka Saya segera membuat kopi hitam andalan Saya didalam pantry. Seruput demi seruput Saya nikmati kopi di senja ini. Begitu nikmat dan menenangkan. Seperti saat-saat pertemuan dengan Alana beberapa waktu lalu. Sekarang semua itu sudah masa lalu.

Sekarang waktunya Saya untuk berbahagia dengan diri sendiri. Melangkah maju itu perlu supaya Saya tambah kuat dan bijaksana. Rupanya saat ini senja sudah berganti langit malam yang gelap namun masih terang dibantu oleh cahaya lampu jalanan. Kopi hitam Saya telah habis. Istirahat Saya telah selesai. Saya kembali keluar dari pantry untuk melanjutkan pekerjaan.

Jumat, 24 Februari 2017

Found

There's a place in our heart that can be fill by someone
But in our journey sometime we're not gettin' what we wanted

Someone we crushing on
Someone we'd like to know with

It can never be found on our way of journey
But in the end they make it their journey

.....

To finally found you

.....

Udah 24 tahun mau ngapain?

     Notifikasi facebook memberi tau bahwa bulan ini adalah hari ulang tahun saya. Namun, tidak hanya facebook yang memberi ucapan untuk say...